Archive for mUsiC

Various Artists: ‘OST. LASKAR PELANGI’, Begitu Banyak Warna

laskarpelangi

KapanLagi.com – Gado-gado, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan album yang berisi sembilan lagu yang menjadi sound track film LASKAR PELANGI ini. Bagaimana tidak, Anda bisa menemukan banyak musisi dengan banyak genre musik yang mencoba ‘menerjemahkan’ alur cerita film ini menjadi deretan nada dan kata dalam lagu mereka.

Nidji kebagian membuka album ini dengan track Laskar Pelangi yang pasti sudah tak asing lagi di telinga lantaran saking seringnya diputar di banyak media. Nidji mencoba memasukkan unsur etnik dengan memasukkan bunyi mandolin yang kadang mencuri-curi masuk di antara bunyi instrumen lain.

Sherina menyusul di track kedua dengan lagu Ku Bahagia. Bisa jadi lagu ini adalah lagu yang paling bagus dari sisi aransemen. Lagu ini terdengar ‘rapat’ dengan latar string arrangement yang mengawal vokal Sherina hampir sepanjang lagu berdurasi kurang dari lima menit ini. Lagu ini menerjemahkan film LASKAR PELANGI sebagai suatu kesederhanaan yang diwujudkan dalam lirik yang lugas tanpa ada metafora.

Di urutan keenam ada lagu yang cukup unik. Lagu berirama waltz ini punya paduan melodi yang unik di antara lagu-lagu yang lain. Sayangnya kesan yang tertangkap malah Coldplay. Entah karena kebetulan atau memang disengaja namun yang jelas saya seolah mendengar suara Chris Martin di sini. Terlepas dari itu, lagu ini lumayan sulit dibawakan karena punya range nada yang cukup berjauhan. Yang membuat lagu ini jadi beda dengan lagu-lagu lain mungkin adalah bahasa penuh metafora yang digunakan dalam liriknya.

Secara garis besar, album ini hanya memiliki keterkaitan hanya pada tema lirik saja. Dari sisi musik saya tak melihat adanya kaitan yang cukup kuat untuk membuat album ini jadi terasa sebagai satu album. Nuansa yang dibentuk tiap lagu terasa berbeda. Kesan ini jadi makin terasa saat Anda belum melihat filmnya. Dengan kata lain album ini tak bisa dipisahkan dari filmnya. Anda tak bisa menikmati album ini sebagai satu album yang terlepas dari filmnya.

Itulah kenapa saya menyebutnya gado-gado. Begitu banyak warna dalam album ini. Atau mungkin karena album ini adalah sound track dari film berjudul LASKAR PELANGI, pelangi dengan banyak warna. Terlepas dari itu album ini punya sisi menarik lantaran menjadi sebuah escape dari kemonotonan tema yang melanda dunia musik Indonesia. (kpl/roc)

Radiohead: ‘IN RAINBOWS’ Tetap Nge-rock

radiohead-c.jpg

Cowok-cowok yang tergabung di Radiohead ini mungkin telah bertukar judul album dengan Kelly Clarkson, tapi semua tentang album terbaru mereka THE RAINBOWS tetap tipikal hard-rocking khas Radiohead. Seperti setiap album RadioheadIN RAINBOWS ini juga meluncurkan lagu-lagu uptempo gitar dan balada akustik. Plus kesemuanya berbau rock.

Hampir semua lagu di album ini cukup familiar dengan penggemar dari versi live mereka, tapi kali ini dikembangkan jadi kreasi baru. Dua tembang, Arpeggi dan Bodysnatchers meluncur dengan irama gitar yang cepat, sedang House of Cards sebuah tembang balada buat pecinta rock.

Tembang All I Need mengaduk-aduk dengan salah satu liriknya yang erotik (I’m an animal trapped in your hot car) . Sementara tembang Videotape satu-satunya saat bagi band ini kembali memberikan sentuhan elektronik.

Di album HAIL TO THE THIEF 2003, vocal Tom Yorke lebih berirama punk, tapi di sini memberikan ia memberikan sentuhan R&B yang cocok dengan lagu-lagu beraliran romantis. Well, tak ada saat yang terbuang sia-sia, tak ada track-track lemah: hanya primo Radiohead.

Kid Rock Ogah Dilabeli Si Pembuat Onar

kid_rock_30.jpg

Walau kerap terlibat perkelahian, pada dasarnya Kid Rock tak menyukai kebiasaan buruk itu, pasalnya ia sudah tak mau lagi dilabeli sebagai si pembuat onar.Rocker ini pernah terlibat perkelahian dengan mantan rival cintanya, Tommy Lee saat di acara MTV Video Music Awards bulan lalu dan dia ditahan akibat terlibat baku hantam di restoran Waffle House, Georgia hari Minggu (21/10). Namun Rock bersikukuh kalau ia tak pernah mencari masalah.

“Hal terakhir yang kuinginkan adalah reputasi itu…Aku yakin aku mempertahankan hal yang kuyakini dan bersikap jujur, dan kadang melibatkanku dalam masalah kecil. Beda dengan semua berita, aku biasanya sangat sopan dan ramah pada semua orang,” ujar mantan suami Pamela Anderson ini.

Konser Megadeth ga sukses

megadeth_konser.jpg

Mengusung tema “Indonesia For The World With Peace Concert Of Rock Trash Metal”, grup legendaries Amerika Megadeth memuaskan penggemar musik cadas Indonesia dalam rangkaian tur “United Abominations Tour Of Duty” di Senayan, (25/10). Dengan sebagian besar dipadati kaum adam pencinta metal era 80 dan 90, konser sempat disambut guyuran hujan yang berakibat sedikit becek di beberapa tempat di seputar panggung sebelum Dave Mustaine dkk main.Di konser yang masih dalam serangkaian promo album terbaru Megadeth, UNITED ABOMINATIONS, Dave Mustaine (vocal – gitar), Glen Dover (gitar), James Lomenzo (bass) dan Shawn Dover (drum) mengusung beberapa hit album lawas antara lain Skin On My Teeth, In My Darkest Hour, Holy Wars, Symphony Of Destruction dan lain-lain.

“Saya tidak terbiasa banyak bicara pada saat konser tapi percayalah kami akan menampilkan yang terbaik,” janji Dave Mustaine. Dan ini dibuktikan dengan sambutan headbanger sebagian penonton yang memenuhi tribun festival. “Senang rasanya saya bisa berada dekat kalian,” teriak Dave Mustaine eks Metalica ini diakhir lagu.

Secara umum, konser yang diselenggarakan Gudang Garam Internasional dengan promotor Original Production sangat jauh dibanding konser Megadeth di Medan tahun 2001 yang menyedot penonton sampai 40 ribu orang. Mungkin minimnya publikasi menjadi salah satu sebab minimnya penonton kali ini.